Yuk Outbound ke Desa Pelita, Ciseeng Bogor

Perjalanan

Pertama kali mendengar outbound TK anakku akan diadakan di Desa Pelita, Ciseeng, kabupaten Bogor Jawa Barat, awal April lalu, aku langsung mencari info di internet. Hmm…sepertinya jaraknya relatif cukup jauh, ternyata dugaanku benar.

Perjalanan dari pusat kota Jakarta ke lokasi outbound di kawasan Ciseeng, Parung Bogor memakan waktu sekitar 2 jam. Rombongan kami berangkat pukul 8 pagi dan tiba di lokasi sekitar pukul 10 pagi.

Perjalanan sekitar 2 jam dengan kondisi lalu lintas yang menurutku relatif ramai lancar, mungkin kebetulan karena kegiatan dilakukan di hari kerja. Bisa jadi waktu tempuh akan semakin panjang, bisa mencapai tiga jam bila jalanan macet.

Dari arah Jakarta, bus rombongan berangkat melalui tol Jagorawi, keluar di pintu tol Sentul Selatan, lalu belok ke kanan menuju ke arah Parung. Bus mengambil arah lurus terus, sekitar 30 km ketemu plang menuju ke Ciseeng di sisi jalan sebelah kiri. Setelah bertemu plang penunjuk arah ke Ciseeng, belok ke kiri, lurus mentok mengikuti jalan dan ketemu pertigaan, lalu belok ke kiri lagi , lurus terus melewati pasar tradisional Ciseeng ketemu pertigaan lagi, belok ke kiri dan lurus terus ikuti jalan. Jalan menuju lokasi outbound berliku-liku dengan kondisi jalan yang belum diaspal merata. Jalanan agak tersendat di beberapa titik karena ramai oleh truk yang mengangkut pasir dan batu kali. Kondisi jalan juga relatif pas untuk dua kendaraan bersisian. Bonusnya, pemandangan hamparan sawah di kanan dan kiri jalan menemani perjalanan kami menuju lokasi outbound. Nah, akhirnya kami sampai juga di lokasi outboundyang berada di sisi jalan sebelah kiri.

 

Lokasi

Kesan pertama saya, suasana lokasi outbound masih alami, dipenuhi pepohonan nan rindang. Setiap hari umumnya lokasi outbound dipadati oleh rombongan anak-anak sekolah, sehingga situasinya sangat ramai.

Anak-anak Antre di Pintu Masuk

 

Setiap rombongan anak sekolah disambut dengan cemilan jagung rebus dan segelas teh hangat. Kudapan selamat datang sudah habis, tiba saatnya melatih keberanian dan keterampilan motorik dengan beragam aktivitas. Selamat bermain 🙂

Pembagian Jagung Rebus & Teh Hangat

 

Kegiatan Outbound

Bagi anak-anak kelompok bermain atau play group, dapat mengikuti permainan seperti berjalan dengan bakiak dan tarik tambang. Anak-anak tentunya boleh didampingi orang dewasa, baik ibunda, ayahanda, kakek nenek atau si mbak. Kenakan pakaian yang nyaman dan berbahan katun supaya leluasa bermain ditengah cuaca yang terik. Tak lupa, semua peserta wajib menggunakan kaos kaki yaa.




Lomba Bakiak
Tarik Tambang

 

Setelah sekitar satu jam lelah bermain, pengelola menyiapkan hidangan semangkuk bakso untuk menghilangkan rasa lapar. Istirahat sejenak yaa nak sebelum bermain-main lagi.

Rasanya lumayan lezat, anak-anakpun senang. 🙂

Lapar…Makan Bakso Dulu ah

 

Selanjutnya permainan yang meningkatkan adrenalin dimulai, seperti berjalan di atas jembatan kayu, memanjat  jaring laba-laba, berjalan di atas bambu dengan berpegangan pada dua tali.

Berjalan di Jembatan Kayu

 

Memanjat Jaring Laba-Laba
Meniti Bambu dengan Satu Tali

Berjalan di atas Tali

 

Bagi anak-anak kelompok bermain, menaiki kereta bajak sapi bersama teman-teman sungguh mengasyikkan. Anak-anak bisa tertawa dan bergembira bersama. Awas pegangan yang kencang ya nak, supaya tidak terjatuh di kubangan… gak terbayang kalau sampai jatuh tercebur. 🙂

Naik Bajak Sapi….Seru

 

Berlatih menanam padi, menumbuk padi dengan lesung, dan menampi padi, bisa mengajarkan anak-anak sejak dini, bagaimana asal mula nasi yang dimakan setiap hari.

 

Menumbuk Padi dengan Lesung
Areal Sawah untuk Menanam Padi

 

Memerah susu sapi juga menjadi kegiatan seru. Aku sempat merasa was-was, memikirkan kalau sapinya tiba-tiba mengamuk sambil mengibaskan kaki dan ekornya, hehehe.

Nah, flying fox sepertinya menjadi permainan paling seru yang ditunggu semua anak. Terdapat danau di tengah-tengah lokasi outbound yang digunakan sebagai latihan flying fox atau meluncur dengan tali. Sebelum bermain flying fox, anak-anak yang ikut bermain harus menaiki sampan bambu untuk menuju ke posko flying fox. Bermain flying fox, berseluncur di atas danau dengan tali sepanjang sekitar 25 meter cukup menegangkan lho…lucu sekali melihat ekspresi anak-anak.

 

Beraksi di Permainan Flying Fox

Naik Sampan Bambu menuju Posko Flying Fox

 

Fasilitas

Selain arena kegiatan yang melatih keterampilan motorik, di lokasi outbound juga terdapat beberapa arena permainan seperti memancing ikan-ikan mainan.  Ada pula toko makanan ringan yang menyediakan penganan khas Jawa Barat, seperti keripik tempe dan emping. Jangan lupa membeli oleh-oleh yaa bunda.

 

Toko Oleh-Oleh

Bagi saya mengulas sesuatu bukan hanya menceritakan hal-hal yang bagus saja, tetapi bagaimana memberikan ulasan yang jujur sekaligus kritik membangun.

Selesai melakukan kegiatan, giliran anak-anak untuk membersihkan diri. Saatnya mandi tiba, sayangnya jumlah fasilitas kamar mandi yang terpisah masih terbatas. Di beberapa sudut lokasi outbound ada beberapa ruang mandi yang diisi dengan gentong-gentong besar berisi air, namun tanpa sekat.

Tak heran, antrean panjang kerap terjadi karena anak-anak dan pendamping harus bergantian menggunakan fasilitas kamar mandi. Para ibu maupun pendamping lainnya, mau gak mau harus antre cukup lama supaya bisa menggunakan kamar mandi. Menurut saya, fasilitas kamar mandi terpisah atau bersekat harus ditambah untuk meningkatkan pelayanan dan kenyamanan bagi pengunjung.

 

Fasilitas Kamar Mandi

 

Olala waktunya makan siang tiba. Makanan disajikan prasmanan, rasanya seperti arisan keluarga saja yaa. Menu ayam goreng, ayam bakar, lalapan dan sambal terasi amat menggugah selera, nyam nyam…lezatnya 🙂

Menu Makan Siang

Lokasi outbound ini memiliki areal parkir mobil pribadi yang relatif luas,  bisa menampung sekitar 20 mobil, sedangkan areal parkir bus rombongan berada terpisah di samping areal outbound.

 

Tempat Parkir Kendaraan Pribadi dan Bus

 

Kegiatan outbound berakhir, kini saatnya pulang ke rumah. Lelah mengantuk, sehingga banyak anak yang tertidur di dalam bus. Namun ada juga anak-anak yang tetap bermain, dan bercanda dengan teman-temannya. Perjalanan pulangpun memakan waktu sekitar dua jam. Permainan outbound ini setidaknya dapat membangun keberanian dan kebersamaan sang anak dengan teman-teman sebaya, kapan-kapan kita berwisata ke sini lagi ya nak.

Semoga ulasan saya kali ini bisa bermanfaat buat semua pembaca yang ingin mengetahui lebih detail mengenai beragam kegiatan  yang dilakukan di arena outbound Desa Pelita.

Ciaoo…Sampai Jumpa 🙂

Leave a Comment