Keseruan Outbond di Pelita Desa Ciseeng Bogor

“Mommy, Kakak mau pergi Outbond lho!” kata Akhtar suatu hari sepulang dari sekolah.

“Oya? Outbond itu apa sih kak?” saya memancing pemahamannya.

“Itu Mommy, nanti kita main air, lumpur, memerah sapi dan menangkap ikan,” terang si kakak dengan polosnya.

“Wah, sepertinya seru sekali ya? Kakak mau Outbond sama siapa? Dimana?” saya pura-pura bertanya meski sudah tahu sebelumnya dari kalender akademik sekolah.

“Sama Ustadzah, sama Zaki, Hisyam, Fathur, Zafran, Akhdan, Arsa,” Akhtar menyebutkan nama-nama teman di kelasnya.

“Banyak sekali! Outbondnya dimana?”

“Ada. Tempatnya jauh kata Ustadzah, jadi harus naik bis. Horeee kakak mau naik bis!”

Melihat binar mata Akhtar, meski dia hanya membayangkan keseruan kegiatan outbond saat mendengar cerita dari Ustadzah, membuat saya tidak tega melarangnya untuk pergi seperti tahun sebelumnya. Saat itu Akhtar memang baru sembuh dari flu dan sedang musim hujan pula 🙁

Meski setengah hati harus melepas Akhtar pergi tanpa didampingi oleh saya, berbagai hal untuk menunjang kondisi fisiknya saya persiapkan, dari makan sayur (sop), jus buah, booster vitamin, hingga olahraga (di rumah). Alhamdulillah, sampai dengan sehari sebelum hari H, kondisinya terpantau bagus.

Bulan ini sebetulnya sudah masuk musim penghujan. Beberapa kali pagi juga mendung gelap, kadang diiringi hujan, sekedar gerimis atau langsung terik. Kami beruntung, karena pagi di hari H, matahari tak malu-malu menampakkan sinarnya. Syukurlah, batin saya.

Dua jam perjalanan dari Srengseng, Jakarta Barat menggunakan 2 bis berukuran besar dan sampailah kami di Pelita Desa Ciseeng Bogor.

Lho kok KAMI?

Iya si Mommy ikut! Wkwkw Mendadak sore sebelumnya, korkel (koordinator kelas) dari kelas Akhtar meminta kesediaan saya menggantikan salah seorang panitia yang mengundurkan diri.

Mommy menemani kakak OutbondYay!

Kami datang untuk bersenang-senang 😄

Acara outbond yang berlangsung di hari Jum’at, 24 November 2017 ini diikuti oleh hampir seluruh siswa siswi TKIT EXISS ABATA, para Ustadzah, tim FSOG dan beberapa perwakilan pendamping dari wali murid (salah satunya saya).

Pelita Desa Ciseeng Bogor.

Kedatangan kami disambut dengan ramah oleh kakak-kakak pembina berkaos hijau tua dan berkerudung hitam lebar di halaman sebelum pintu masuk. Suasana kekeluargaan terasa sekali, sepertinya mereka sudah terlatih memberikan rasa nyaman bagi para pengunjung .

Setelah mengikuti pengarahan, kami masuk melalui gua loket secara berurutan dengan satu kakak pembina di setiap kelompok.

Pelita Desa Ciseeng Bogor.

Saya menjadi pendamping kelas Qiblatain – kelas Akhtar – tapi yang kelompok putri. Kelas Akhtar dibagi menjadi dua kelompok, putra dan putri dipisah. Satu kelompoknya berisi 11 – 12 anak. Tangan kami distempel, dan orang dewasa diberikan dua kupon makan yang tidak boleh hilang, satu untuk snack time dan satu untuk makan siang.

Kami lalu digiring memasuki sebuah Aula. Aula inilah basecamp kami selama mengikuti kegiatan. Harum aroma teh manis hangat dan jagung rebus semerbak memenuhi ruangan. Ternyata telah disiapkan oleh panitia sebagai “Welcome drink”.

Setengah jam kemudian dimulailah Outbond yang telah dinanti-nantikan. Selama kegiatan, baik anak-anak maupun pendamping hanya menggunakan kaos kaki (yang siap buang).

Yuk, simak kegiatan serunya secara berurutan, lengkap dengan dokumentasi ⤵

Setelah berdoa bersama, anak-anak diajak melakukan pemanasan yang menyenangkan.

Pelita Desa Ciseeng Bogor.

Leave a Comment